Di dalam Biologi terumbu karang mempunyai arti sebagai suatu ekosistem yang didominasi oleh hewan sesil karang. Sedangkan hewan-hewan lain yang hidup di dalam atau di sekitar karang disebut hewan terumbu karang (coral reef animal), misalnya cacing polychaeta, echinodermata dan ikan. Sesuai dengan namanya, ekosistem terumbu karang mempunyai komponen utama terumbu (reef) dan karang batu (coral). Terumbu (reef) merupakan struktur berkapur yang terdapat di perairan laut dangkal. Di substrat terumbulah karang batu hidup bersama-sama dengan ribuan jenis biota laut lainnya. Kadang-kadang ada penulis menyingkat sebutan coral reef menjadi hanya reef saja, tetapi tidak ada yang memperpendek sebutan dengan coral saja. Kejadian tersebut sering membingungkan orang yang baru memahami istilah terumbu karang.
Di dalam ekosistem terumbu karang, karang merupakan komponen yang utama sehingga baik buruknya kondisi suatu terumbu karang ditentukan oleh banyak sedikitnya kelimpahan karang. Jika dianalogkan dengan ekosistem hutan, karang berperan sebagai pohon-pohon yang tumbuh dibukit terumbu. Disamping sebagai tempat tinggal, tempat makan dan berlindung dari banyak hewan lain, karang juga berfungsi sebagai pencegah terjadinya erosi. Jika pohon menahan erosi dengan banyak menyerap air dan memperkuat ketahanan tanaah, maka karang meencegah erosi dengan banyak menimbun sedimen kapur yang melekat di terumbu.
KARANG LUNAK VS KARANG BATU
Di dalam banyak publikasi tentang terumbu karang sering digunakan juga beberapa istilah teknis lainnya, yaitu : karang batu dan karang lunak, karang hematipik dan karang ahermatipik. Karang batu dan karang lunak merupakan kelompok hewan yang berbeda dalam subklas. Karang batu termasuk dalam subklas Zoanthatiria, sedangkan karang lunak dalam subklas Octocoralia. Secara fisik antara karang batu dan karang lunak mudah dibedakan di dalam air. Karang batu keras karena mempunyai kerangka berkapur, sedangkan karang lunak tidak mempunyai kerangka sehingga tubuhnya bergerak-gerak oleh arus dan gelombang air. Istilah karang (coral) hanya digunakan sebagai kependekan karang batu, tidak digunakan untuk kependekan karang lunak.
Dalam kelompok karang batu, orang membedakan karang batu yang hermatipik dan yang ahermatipik. Karang hermatipik didefinisikan sebagai karang yang mengandung alga zooxanthellae dalam jaringan tubuhnya. Karang ahermatipik merupakan kelompok karang yang tidak mengandung algae zooxanthellae. Adanya alga zooxanthellae membuat karang batu mendapatkan energi ekstra dari sumbangan algae sehingga umumnya tumbuh lebih cepat.
Sebagai suatu hewan karang sangatlah istimewa. Banyak karakteristik karang yang tidak banyak dimiliki oleh hewan lain pada umumnya. Sebagian besar karang adalah hewan sesil yang tumbuh di substrat berkapur yang keras, yaitu terumbu. Mirip dengan layaknya tanaman yang tumbuh di suatu bukit. Karang mengandalkan fotosintesis dari algae di dalam jaringannya untuk tumbuh, sehingga karang selalu membutuhkan cahaya matahari yang terang sebagaimana tumbuhan. Di dalam proses reproduksi dan penyebaran larvanya, karang juga lebih mirip tumbuhan daripada hewan.
sumber: milis coremap

0 komentar:
Posting Komentar